Monday, January 2, 2012

Sekilas Tahun 2011 Investasi Jabar Lampaui Target

BURUKNYA infrastruktur, anomali cuaca, dan arus deras aksi massa yang menentang kebijakan pemerintrah, ternyata tidak berpengaruh banyak terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan penanaman modal. Investasi, baik ) PMA maupun PMDN sepanjang tahun 2011 di Jabar meningkat disbanding tyahun sebelumnya.
Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar, Agus Gustiar, menjelaskan, total realisasi PMA dan PMDN dari 1 Januari hingga 20 Desember 2011 mencapai Rp 48,751 triliun. Jumlah itu melampaui target yang ditetapkan, yakni Rp 39,475 triliun atau 23,5 persen.
Menurut Agus Gustiar, hampir di semua kota/kabupaten di Jabar terjadi kenaikan realisasi investasi. Secara keseluruhan investasi di Jabar tersebut mencakup 767 proyek. Sedangkan peringkat tertinggi masuknya modal asing sdan domestik masih dipegang Kabupaten Bekasi yang mencapai Rp 13,2 triliun. Disusul Kota Bandung (Rp 9,54 triliun), Kabupaten Cirebon Rp 7 triliun. Kabupaten Karang mendapatkan Rp 5,33 triliun, dan Kota Depok mendapatkan Rp 4,65 triliun. Sektor usaha yang paling diminati kaum investor ialah sektor industri, meliputi, logam, mesin, dan elektronika. Diikuti sektor listrik, gas, air, kemudian sektor perdagangan dan jasa.
Meningkatnya investasi merupakan salah satu indikasi bahwa perekonomian meningkat. Laju pertumbuhan ekonomi sebuah negara atau suatu daerah antara lain ditandai dengn tumbuhnya kepercayaan para ionvestor. Para penanam modal, terutama asing, selalu melihat prospek perekonomian di tempat ia melempar modal.Di samping itu mereka melihat infrastruktur, tenaga kerja, keamanan, dan potensi pasar. Baru kemudian ke arah prosedur, seperti perizinan, sitem pajak, dan sistem pengupahan.
Dari berbagai segi, Jawa Barat ternyata dianggap bias memenuhi syarat. Karena itu dari tahun ke tahun investasi di Jabar terus meningkat. Masalahnya, apakah peningkatran yang sangat menggembirakan itu punya dampak positif terhadap ekonomi masyarakat? Pertanyan itu belum bias dijawab secara tepat. Perhitungan di atas kertas, meningkatnya investasi mendorong pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pertumbuhan ekonomi akan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat.
Agar pendapatan masyarakat, termasuk indeks pembangunan masyarakat meningkat, harus ada arahan yang jelas Dario pemerintah terhadap investor. Penanam modal untuk industrui manufaktur sebaiknya dibatasi. Ajaklah mereka berusaha pada sector kelistrikan, pengolahan makanan, pertanian, atau industri kecil menengah. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan dampak investasi itu secara langsung, termasuk penyerapan tenaga kerja.
Namun usdaha kecil dengan modal asing itu tidakl justru akan mematuikan usaha kecil pribumi.Waralaba yang masuk secara deras dari Amerika Serikat ke Indonesia harus diterima secara lebih hati-hati. Makanan olahan, baik berupa frenchise maupun langsung yang ramai-ramai masuk Indonesia tahun 2012, harus melalui kajian yang mendalam. . Kalau komoditas itu ada dan pengolahannya bisa dilakukan masyarakat pribumi, mengapa harus dari Amerika Serikat? Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian, Mohamad Hidayat menanggapi makin banyaknya produk impor di pasar Indonesia. ***

No comments:

Post a Comment